Badai Petir
Jika jumlah air yang terkondensasi dan kemudian diendapkan dari awan diketahui, maka energi total badai petir dapat dihitung. Dalam badai petir tertentu, sekitar 5×108 kg uap air terangkat, dan jumlah energi yang dilepaskan saat mengembun adalah 1015 joule. Setara besarnya dengan energi yang dilepaskan dalam siklon tropis, dan lebih banyak energi daripada yang dilepaskan selama ledakan bom atom di Hiroshima, Jepang pada tahun 1945.
Data dari Fermi Gamma-ray Burst Monitor menunjukkan bahwa sinar gamma dan partikel antimateri (positron) dapat dihasilkan dalam badai petir yang kuat. Positron antimateri kemungkinan terbentuk dalam kilatan sinar gamma terestrial (SGT). SGT adalah semburan singkat yang terjadi di dalam badai petir dan terkait dengan kilat. Aliran positron dan elektron bertabrakan lebih tinggi di atmosfer untuk menghasilkan lebih banyak sinar gamma. Sekitar 500 SGT dapat terjadi setiap hari di seluruh dunia, tetapi sebagian besar tak terdeteksi.
Badai petir terjadi di seluruh dunia, bahkan di wilayah kutub sekalipun, dengan frekuensi terkuat di daerah hutan hujan tropis, di mana badai petir terjadi setiap hari. Kampala dan Tororo di Uganda telah dianggap sebagai tempat paling banyak petir di Bumi, gelar ini juga diberikan pada Bogor di Jawa, Indonesia atau Singapura.
Beberapa badai petir terkuat dan berbahaya terjadi di Amerika Serikat terutama di Midwest dan negara bagian selatan. Badai tersebut dapat membuat sebuah tornado. Setiap musim semi, pemburu badai pergi ke Great Plains Amerika Serikat dan Canadian Prairies untuk menjelajah aspek visual dan ilmiah badai dan tornado.
Komentar
Posting Komentar